Moi Dheeya Site

June 1, 2011

Entrepreneur (Wirausaha) Berbasis Sistem Informasi dan Komunikasi

Filed under: Agroindustri — Diana Kusumawati @ 1:19 pm

PELATIHAN WIRAUSAHA PRODUKTIFf

JAKARTA-Ratusan pekerja mandiri mengikuti pelatihan kewirausahaan berbasis produktivitas yang diselenggarakan oleh Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemenakertrans. Peserta berasal dari berbagai wirausahawan, di antaranya tuna netra, yang merupakan bagian dari 2.300 orang yang akan dilatih tahun ini.

”Pelatihan bertujuan mengurangi penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang bekerja di sektor informal, mengurangi angka pengangguran, dan membuka lapangan kerja baru,” kata Kepala BBPP Nora Ekaliana di The Center for Vocational and Extention Service Training (Cevest) Kota Bekasi, kemarin.

Ia mengemukakan hal itu saat pembukaan pelatihan kader produktivitas yang diarahkan untuk menjadi fasilitator di pedesaan guna menumbuhkan wirausaha baru. Pelatihan juga berlangsung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Nora, dalam implementasi pelatihan, pembinaan, dan pendampingan melalui model parent system itu BBPP bekerja sama dengan Inkowapi, P3UKM BI, Jawa Barat, ILO, lembaga konsultan Tri Mitra, Inter Job, LSM Aliansi Indonesia, dan PD Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur.

’’Penentu peserta bukan kami tetapi atas rekomendasi LSM atau organisasi profesi, misalnya Iwapi, Kadin, dan asosiasi lainnya. Kalau kami yang menentukan, nanti bisa keliru,’’ kata Nora. (wa-29)

PERAN TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI

stilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital.

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sector kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan penelitian dll. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan dengan teknologi informasi komunikasi ini, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi bagi para guru di sekolah Formal dan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (PTK-PNF) SKB atau PLS karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan melakukan pendataan. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan.

Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan. A). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para pengusaha. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkansetiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan. B). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis. Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. C). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan. adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. D). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik. E). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan. Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien. (Darmawan AP, S.Kom ; Mendeskripsikan teknologi informasi dan komunikasi).

Semakin cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai. Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Namun semua inovasi tersebut hendaknya harus dibatasi oleh aturan hukum negara dan budaya bangsa Indonesia. Semoga tulisan ini dapat menggerakkan manusia Indonesia untuk lebih berkarya dan berinovasi sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia sehingga mampu meningkatkan image bangsa di mata bangsa di dunia.

ENTREPRENEUR BERBASIS TI

Sebelum berkenalan lebih jauh dengan Entrepreneur (Wirausahawan) dibidang TI, ada satu terminologi yang populer dewasa ini, bahkan menjadi nama sebuah majalah baru berbasis TI, yaitu Teknopreneur (Technopreneur).

Menurut definisi dari Tim Lab UKSW di Salatiga, Teknopreneur merupakan gabungan dari TEKNOLOGI (kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan KEWIRAUSAHAAN (seseorang/unit yang mampu bekerja sendiri untuk mendatangkan keuntungan melalui proses bisnis/usaha).

Sedangkan dari Merriam-Webster Online Dictionary (http://www.m-w.com/dictionary/technopreneur) Technopreneur adalah “an entrepreneur whose business involves high technology.” Teknologi sendiri di bagi menjadi teknologi (saja) dan high technology (hi-tech). Dalam hal ini, teknologi yang disebut adalah teknologi tinggi (hi-tech). Jadi Technopreneurship lebih luas dari IT-preneurship yang hanya dimasalah TI atau TIK saja. Teknopreneur merupakan akronim dari Technology dan Entrepreneur. Kedua istilah ini menyebut adanya komponen Teknologi dari kegiatan bisnis (wirausaha).

Konsep Teknologi Informasi dalam Wirausaha

Wirausahawan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, ataupun wirausaha (bisnis) di bidang teknologi biasa disebut sebagai seorang IT entrepreneur, IT-preneur maupun Teknopreneur (Technopreneur). Semua terminologi di atas adalah seseorang yang melakukan ‘bisnis teknologi’.
Kalau pun ingin dibedakan, dapat dikatakan bahwa IT entrepreneur pastilah berhubungan dengan komputer, software dan internet (bisnis di bidang IT) sedangkan Teknopreneur adalah wirausaha di bidang teknologi yang tidak mewajibkan di bidang Sistem Informasi atau Teknologi Informasi. Bisa jadi teknologi jagung dan sayur mayur dengan varietas hasil riset baru (bioteknologi), jadi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Dapat dikatakan bahwa Teknopreneur bersifat lebih luas dari IT preneur. Seorang IT entrepreneur pun perlu dicatat bukanlah seseorang yang melulu menggunakan internet. Melainkan pertama, berbisnis dalam bidang teknologi TI misalnya software house (ISV), System Support, e-commerce, dan lain-lain, Kedua sebagai pengguna dan pemanfaat Teknologi Informasi dalam bisnisnya. Misalnya penggunaan komputer dan internet dalam mendukung kegiatan bisnis (business process) di toko miliknya, di perusahaanya (bukan perusahaan IT).

Urgensi IT Entrepreneur

Mengapa wirausahawan di bidang IT sangat diperlukan? Secara mantap dan pasti, bisnis teknologi telah menjadi budaya baru di kehidupan manusia abad 21. Bidang teknologi yang menjanjikan keuntungan besar di bisnis ini umumnya adalah Teknologi Informasi (TI), bioteknologi, nanoteknologi dan material baru. Pengusaha-pengusaha bisnis teknologi yang terkenal dengan teknopreneur pun bermunculan menjadi jutawan baru yang menduduki ranking tertinggi orang-orang kaya dunia. Bill Gates dengan Microsoft, Steve Jobbs dengan Apple Computer, Michael Dell dengan Dell computer, siapa yang tak kenal mereka? Belum lagi kita sebut jutawan di belakang yahoo, google, youtube, amazon dan seterusnya. Padahal, waktu memulai usaha, mereka tidak mempunyai modal uang, tanah atau mesin yang besar. Mereka hanya punya ‘knowledge’ yaitu gagasan teknologi. Dengan cepat mereka mengakumulasi modal dari pemodal ventura sehingga menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Ini karena teknologi yang mereka kembangkan ternyata berhasil dan diterima pasar.

Sillicon Valley, icon bisnis-bisnis teknologi informasi di dunia pun banyak ditiru di tempat lain. Asia tidak ketinggalan, bahkan berkembang sangat pesat. Taiwan dan India sebagai contoh, berkembang dan mencatat teknopreneur kelas dunia seperti Stan Shih dengan Acernya, NR Narayana Murthy dan Nandan M. Nikelani mengembangkan Infosys Technologies Ltd., yang menjadi perusahaan teknologi informasi berskala internasional dan menduduki peringkat kedua terbesar di India.

India juga memiliki seorang Azim Premji, bahkan berhasil melakukan revolusi perusahaan minyak goreng bisnis keluarga, Wipro, menjadi Wipro Technologies Ltd, perusahaan perangkat lunak terbesar ketiga di India. Lenovo di Cina, dengan sang komandan Yang Yuanqin, membuat mata dunia terbelalak ketika mengumumkan akuisisi divisi laptop korporasi besar dunia IBM Thinkpad.

Bagaimana dengan Singapura dan Malaysia? Tidak kurang dana trilyunan dolar singapura digunakan negeri singa ini membangun Bio Valley di Jurong. Sedangkan Malaysia membangun super corridor di kota baru Putra Jaya.Apa kabar Indonesia? kabar terkini dari Indonesia, pembangunan Cyber Park di daerah Bogor terkendala dana dan bangkrutnya perusahaan pengembang. Saat ini, sungguh ironis, sudah berubah fungsi menjadi ladang jagung, walau menurut penjaga lahan, hanya sementara karena keisengan dia semata.

Sudut pandang seorang Thomas L Friedman juga sama. Friedman terkejut dan kagum dengan perkembangan Teknologi Informasi di negeri Hindustan. Hal ini jelas tergambar dari apa yang ditulis dalam buku best seller dan sensasionalnya ”The World is Flat” (2006). Mulai dari IT Evangelist, Software maupun Networking Specialist semua dipenuhi oleh IT enterpreneur dari India. Bangalore, sebuah pusat industri TI di India, tidak jauh berbeda dengan kondisi di AS, negeri asal Friedman. Banyak perusahaan-perusahaan bertaraf internasional seperti Dell, Hewlett-Packard dan IBM terlihat, selain dari edung-gedung perusahaan lokal India di bidang IT. Tenaga kerja di bidang IT yang berasal dari India tidak meragukan. Selain murah, keahlian dan kepandaiannya sangat mumpuni, sehingga Sillicon Valley pun diisi oleh banyak sarjana TI India.

Dari sebuah media cetak nasional, diliput wawancara dengan Carlos Patriawan, seorang IT preneur asli Indonesia yang ada di Juniper Network, yang lahir dan berkantor pusat di Sillicon Valley, AS. Pria ini memberikan informasi bahwa semuanya berawal dari orang-orang India yang ‘dikirim’ bekerja di Sillicon Valley. Berdasarkan pengalamannya, Carlos memberikan 3 karakteristik yang membuat mereka unggul di bidang teknologi, yakni : motivasi yang sangat tinggi, rajin mencari tahu cara kerja sebuah program atau mesin, serta kuatnya kultur berbagi (sharing culture) dan tolong menolong. Hal yang sebenarnya menurut Carlos ia temui juga di beberapa gelintir orang Indonesia. Bedanya, India di dukung oleh ekonomi, kultur, dan pemerintah.

Di Indonesia, masih menurut Carlos, orang-orang yang mempunyai talent ‘terpaksa’ keluar negeri karena lingkungan yang kurang supportif. Budaya kerja yang tidak sehat di Indonesia seperti saling sirik, budaya KKN yang bertentangan dengan IT entrepreneurship dan engineering, Pemerintahan juga kurang mendukung maksimal.

Strategi Teknopreneurship

Dus, ada dua skenario pengembangan bisnis teknologi di suatu negara. Skenario pertama lebih banyak dilaksanakan oleh IT preneur. Tidak terlalu mengandalkan fasilitas maupun insentif pemerintah. Ini mirip seperti yang dikembangkan oleh IT-preneurs asal negeri Hindustan. Skenario kedua, pemerintah mendukung dan berperan penuh dalam mengembangkan kawasan Iptek. Peran Pemerintah melalui Depkominfo, Ristek dan LIPI dalam hal ini sangat dibutuhkan. Di Indonesia, Skenario pertama kita sebut sebagai skenario kemandirian. Gerakan open source, berkembangnya Software house, ISV (Independent Software vendor) dewasa ini cukup menggembirakan. Ditambah, reputasi Indonesia di dunia internasional cukup baik dalam hal SDM TI. Nama seperti Onno W Purbo sebagai pakar TI, juga banyaknya komunitas hacker dan komunitas Open Source merupakan perkembangan yang menggembirakan. Tinggal peran aktif pemerintah dalam mendukung perkembangan ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/04/19/143927/Pelatihan-Wirausaha-Produktif
http://www.juniantobara.co.cc/2009/05/entrepreneur-wirausahawan-berbasis-ti.html
http://skb-pagaralam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=26&Itemid=40&lang=in&showall=1

Leave a Comment »

No comments yet.

RSS feed for comments on this post. TrackBack URI

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: