Moi Dheeya Site

June 1, 2011

My Introducing Profile

Filed under: Uncategorized — Diana Kusumawati @ 1:33 pm

Allo..

Perkenalkan, nama saya Diana Kusumawati. Biasa dipanggil Diana.
Saya kuliah di Universitas Gadjah Mada, Fakultas Teknologi Pertanian Jurusan D3 Agroindustri. NIM saya 2010/303628/DTP/00566. Saya masih menduduki semester 2.

Hobi saya jalan-jalan. Kalo cita-cita pengen jadi pengusaha yang memiliki banyak usaha dan juga bekerja di sebuah perusahaan terkenal di Indonesia bahkan sampai Internasional.

Saya asli Jogja dan tinggal disini sejak kecil.

Sekian dulu perkenalan saya. .,
lain kaili di sambung lagi..
Okai😉

Entrepreneur (Wirausaha) Berbasis Sistem Informasi dan Komunikasi

Filed under: Agroindustri — Diana Kusumawati @ 1:19 pm

PELATIHAN WIRAUSAHA PRODUKTIFf

JAKARTA-Ratusan pekerja mandiri mengikuti pelatihan kewirausahaan berbasis produktivitas yang diselenggarakan oleh Balai Besar Peningkatan Produktivitas (BBPP) Kemenakertrans. Peserta berasal dari berbagai wirausahawan, di antaranya tuna netra, yang merupakan bagian dari 2.300 orang yang akan dilatih tahun ini.

”Pelatihan bertujuan mengurangi penempatan tenaga kerja Indonesia (TKI) di luar negeri yang bekerja di sektor informal, mengurangi angka pengangguran, dan membuka lapangan kerja baru,” kata Kepala BBPP Nora Ekaliana di The Center for Vocational and Extention Service Training (Cevest) Kota Bekasi, kemarin.

Ia mengemukakan hal itu saat pembukaan pelatihan kader produktivitas yang diarahkan untuk menjadi fasilitator di pedesaan guna menumbuhkan wirausaha baru. Pelatihan juga berlangsung di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur.
Menurut Nora, dalam implementasi pelatihan, pembinaan, dan pendampingan melalui model parent system itu BBPP bekerja sama dengan Inkowapi, P3UKM BI, Jawa Barat, ILO, lembaga konsultan Tri Mitra, Inter Job, LSM Aliansi Indonesia, dan PD Pasar Jaya Kramat Jati, Jakarta Timur.

’’Penentu peserta bukan kami tetapi atas rekomendasi LSM atau organisasi profesi, misalnya Iwapi, Kadin, dan asosiasi lainnya. Kalau kami yang menentukan, nanti bisa keliru,’’ kata Nora. (wa-29)

PERAN TEKNOLOGI DAN KOMUNIKASI

stilah teknologi informasi mulai populer di akhir tahun 70-an. Pada masa sebelumnya istilah teknologi informasi biasa disebut teknologi komputer atau pengolahan data elektronis (electronic data processing). Teknologi informasi didefinisikan sebagai teknologi pengolahan dan penyebaran data menggunakan perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software), komputer, komunikasi, dan elektronik digital.

Teknologi Informasi dan Komunikasi merupakan elemen penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Peranan teknologi informasi pada aktivitas manusia pada saat ini memang begitu besar. Teknologi informasi telah menjadi fasilitas utama bagi kegiatan berbagai sector kehidupan dimana memberikan andil besar terhadap perubahan – perubahan yang mendasar pada struktur operasi dan manajemen organisasi, pendidikan, transportasi, kesehatan penelitian dll. Oleh karena itu sangatlah penting peningkatan kemampuan sumber daya manusia (SDM) yang berkaitan dengan teknologi informasi komunikasi ini, mulai dari keterampilan dan pengetahuan, perencanaan, pengoperasian, perawatan dan pengawasan, serta peningkatan kemampuan teknologi informasi dan komunikasi bagi para guru di sekolah Formal dan Pendidik Tenaga Kependidikan Pendidikan Non Formal (PTK-PNF) SKB atau PLS karena mereka yang bersentuhan langsung dengan masyarakat dan melakukan pendataan. Sehingga pada akhirnya akan dihasilkan output yang sangat bermanfaat baik bagi manusia sebagai individu itu sendiri maupun bagi semua sektor kehidupan.

Peningkatan kualitas hidup semakin menuntut manusia untuk melakukan berbagai aktifitas yang dibutuhkan dengan mengoptimalkan sumber daya yang dimilikinya. Teknologi Informasi dan Komunikasi yang perkembangannya begitu cepat secara tidak langsung mengharuskan manusia untuk menggunakannya dalam segala aktivitasnya. Beberapa penerapan dari Teknologi Informasi dan Komunikasi antara lain dalam perusahaan, dunia bisnis, sektor perbankan, pendidikan, dan kesehatan. A). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perusahaan. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi banyak digunakan para pengusaha. Kebutuhan efisiensi waktu dan biaya menyebabkansetiap pelaku usaha merasa perlu menerapkan teknologi informasi dalam lingkungan kerja. Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi menyebabkan perubahan pada kebiasaan kerja. Misalnya penerapan Enterprice Resource Planning (ERP). ERP adalah salah satu aplikasi perangkat lunak yang mencakup sistem manajemen dalam perusahaan. B). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis. Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. C). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan. adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo, pemindah bukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. D). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pendidikan. Dalam pelaksanaan pembelajaran sehari-hari sering dijumpai kombinasi teknologi audio/data, video/data, audio/video, dan internet. Internet merupakan alat komunikasi yang murah dimana memungkinkan terjadinya interaksi antara dua orang atau lebih. Kemampuan dan karakteristik internet memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar jarak jauh (E-Learning) menjadi lebih efektif dan efisien sehingga dapat diperoleh hasil yang lebih baik. E). Penerapan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Kesehatan. Sistem berbasis kartu cerdas (smart card) dapat digunakan juru medis untuk mengetahui riwayat penyakit pasien yang datang ke rumah sakit karena dalam kartu tersebut para juru medis dapat mengetahui riwayat penyakit pasien. Digunakannya robot untuk membantu proses operasi pembedahan serta penggunaan komputer hasil pencitraan tiga dimensi untuk menunjukkan letak tumor dalam tubuh pasien. (Darmawan AP, S.Kom ; Mendeskripsikan teknologi informasi dan komunikasi).

Semakin cepatnya perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi menuntut manusia untuk mencoba membuat perubahan di segala jenis kehidupannya yang tujuannya adalah mendapatkan hasil maupun kondisi yang terbaik yang dapat dicapai. Banyaknya sektor kehidupan yang ada diharapkan membuka inovasi baru bagi kita untuk menciptakan sesuatu yang baru untuk kemajuan peradaban manusia. Namun semua inovasi tersebut hendaknya harus dibatasi oleh aturan hukum negara dan budaya bangsa Indonesia. Semoga tulisan ini dapat menggerakkan manusia Indonesia untuk lebih berkarya dan berinovasi sesuai dengan karakteristik masyarakat Indonesia sehingga mampu meningkatkan image bangsa di mata bangsa di dunia.

ENTREPRENEUR BERBASIS TI

Sebelum berkenalan lebih jauh dengan Entrepreneur (Wirausahawan) dibidang TI, ada satu terminologi yang populer dewasa ini, bahkan menjadi nama sebuah majalah baru berbasis TI, yaitu Teknopreneur (Technopreneur).

Menurut definisi dari Tim Lab UKSW di Salatiga, Teknopreneur merupakan gabungan dari TEKNOLOGI (kemampuan ilmu pengetahuan dan teknologi) dengan KEWIRAUSAHAAN (seseorang/unit yang mampu bekerja sendiri untuk mendatangkan keuntungan melalui proses bisnis/usaha).

Sedangkan dari Merriam-Webster Online Dictionary (http://www.m-w.com/dictionary/technopreneur) Technopreneur adalah “an entrepreneur whose business involves high technology.” Teknologi sendiri di bagi menjadi teknologi (saja) dan high technology (hi-tech). Dalam hal ini, teknologi yang disebut adalah teknologi tinggi (hi-tech). Jadi Technopreneurship lebih luas dari IT-preneurship yang hanya dimasalah TI atau TIK saja. Teknopreneur merupakan akronim dari Technology dan Entrepreneur. Kedua istilah ini menyebut adanya komponen Teknologi dari kegiatan bisnis (wirausaha).

Konsep Teknologi Informasi dalam Wirausaha

Wirausahawan berbasis Teknologi Informasi dan Komunikasi, ataupun wirausaha (bisnis) di bidang teknologi biasa disebut sebagai seorang IT entrepreneur, IT-preneur maupun Teknopreneur (Technopreneur). Semua terminologi di atas adalah seseorang yang melakukan ‘bisnis teknologi’.
Kalau pun ingin dibedakan, dapat dikatakan bahwa IT entrepreneur pastilah berhubungan dengan komputer, software dan internet (bisnis di bidang IT) sedangkan Teknopreneur adalah wirausaha di bidang teknologi yang tidak mewajibkan di bidang Sistem Informasi atau Teknologi Informasi. Bisa jadi teknologi jagung dan sayur mayur dengan varietas hasil riset baru (bioteknologi), jadi berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi (Iptek).

Dapat dikatakan bahwa Teknopreneur bersifat lebih luas dari IT preneur. Seorang IT entrepreneur pun perlu dicatat bukanlah seseorang yang melulu menggunakan internet. Melainkan pertama, berbisnis dalam bidang teknologi TI misalnya software house (ISV), System Support, e-commerce, dan lain-lain, Kedua sebagai pengguna dan pemanfaat Teknologi Informasi dalam bisnisnya. Misalnya penggunaan komputer dan internet dalam mendukung kegiatan bisnis (business process) di toko miliknya, di perusahaanya (bukan perusahaan IT).

Urgensi IT Entrepreneur

Mengapa wirausahawan di bidang IT sangat diperlukan? Secara mantap dan pasti, bisnis teknologi telah menjadi budaya baru di kehidupan manusia abad 21. Bidang teknologi yang menjanjikan keuntungan besar di bisnis ini umumnya adalah Teknologi Informasi (TI), bioteknologi, nanoteknologi dan material baru. Pengusaha-pengusaha bisnis teknologi yang terkenal dengan teknopreneur pun bermunculan menjadi jutawan baru yang menduduki ranking tertinggi orang-orang kaya dunia. Bill Gates dengan Microsoft, Steve Jobbs dengan Apple Computer, Michael Dell dengan Dell computer, siapa yang tak kenal mereka? Belum lagi kita sebut jutawan di belakang yahoo, google, youtube, amazon dan seterusnya. Padahal, waktu memulai usaha, mereka tidak mempunyai modal uang, tanah atau mesin yang besar. Mereka hanya punya ‘knowledge’ yaitu gagasan teknologi. Dengan cepat mereka mengakumulasi modal dari pemodal ventura sehingga menghasilkan keuntungan yang sangat besar. Ini karena teknologi yang mereka kembangkan ternyata berhasil dan diterima pasar.

Sillicon Valley, icon bisnis-bisnis teknologi informasi di dunia pun banyak ditiru di tempat lain. Asia tidak ketinggalan, bahkan berkembang sangat pesat. Taiwan dan India sebagai contoh, berkembang dan mencatat teknopreneur kelas dunia seperti Stan Shih dengan Acernya, NR Narayana Murthy dan Nandan M. Nikelani mengembangkan Infosys Technologies Ltd., yang menjadi perusahaan teknologi informasi berskala internasional dan menduduki peringkat kedua terbesar di India.

India juga memiliki seorang Azim Premji, bahkan berhasil melakukan revolusi perusahaan minyak goreng bisnis keluarga, Wipro, menjadi Wipro Technologies Ltd, perusahaan perangkat lunak terbesar ketiga di India. Lenovo di Cina, dengan sang komandan Yang Yuanqin, membuat mata dunia terbelalak ketika mengumumkan akuisisi divisi laptop korporasi besar dunia IBM Thinkpad.

Bagaimana dengan Singapura dan Malaysia? Tidak kurang dana trilyunan dolar singapura digunakan negeri singa ini membangun Bio Valley di Jurong. Sedangkan Malaysia membangun super corridor di kota baru Putra Jaya.Apa kabar Indonesia? kabar terkini dari Indonesia, pembangunan Cyber Park di daerah Bogor terkendala dana dan bangkrutnya perusahaan pengembang. Saat ini, sungguh ironis, sudah berubah fungsi menjadi ladang jagung, walau menurut penjaga lahan, hanya sementara karena keisengan dia semata.

Sudut pandang seorang Thomas L Friedman juga sama. Friedman terkejut dan kagum dengan perkembangan Teknologi Informasi di negeri Hindustan. Hal ini jelas tergambar dari apa yang ditulis dalam buku best seller dan sensasionalnya ”The World is Flat” (2006). Mulai dari IT Evangelist, Software maupun Networking Specialist semua dipenuhi oleh IT enterpreneur dari India. Bangalore, sebuah pusat industri TI di India, tidak jauh berbeda dengan kondisi di AS, negeri asal Friedman. Banyak perusahaan-perusahaan bertaraf internasional seperti Dell, Hewlett-Packard dan IBM terlihat, selain dari edung-gedung perusahaan lokal India di bidang IT. Tenaga kerja di bidang IT yang berasal dari India tidak meragukan. Selain murah, keahlian dan kepandaiannya sangat mumpuni, sehingga Sillicon Valley pun diisi oleh banyak sarjana TI India.

Dari sebuah media cetak nasional, diliput wawancara dengan Carlos Patriawan, seorang IT preneur asli Indonesia yang ada di Juniper Network, yang lahir dan berkantor pusat di Sillicon Valley, AS. Pria ini memberikan informasi bahwa semuanya berawal dari orang-orang India yang ‘dikirim’ bekerja di Sillicon Valley. Berdasarkan pengalamannya, Carlos memberikan 3 karakteristik yang membuat mereka unggul di bidang teknologi, yakni : motivasi yang sangat tinggi, rajin mencari tahu cara kerja sebuah program atau mesin, serta kuatnya kultur berbagi (sharing culture) dan tolong menolong. Hal yang sebenarnya menurut Carlos ia temui juga di beberapa gelintir orang Indonesia. Bedanya, India di dukung oleh ekonomi, kultur, dan pemerintah.

Di Indonesia, masih menurut Carlos, orang-orang yang mempunyai talent ‘terpaksa’ keluar negeri karena lingkungan yang kurang supportif. Budaya kerja yang tidak sehat di Indonesia seperti saling sirik, budaya KKN yang bertentangan dengan IT entrepreneurship dan engineering, Pemerintahan juga kurang mendukung maksimal.

Strategi Teknopreneurship

Dus, ada dua skenario pengembangan bisnis teknologi di suatu negara. Skenario pertama lebih banyak dilaksanakan oleh IT preneur. Tidak terlalu mengandalkan fasilitas maupun insentif pemerintah. Ini mirip seperti yang dikembangkan oleh IT-preneurs asal negeri Hindustan. Skenario kedua, pemerintah mendukung dan berperan penuh dalam mengembangkan kawasan Iptek. Peran Pemerintah melalui Depkominfo, Ristek dan LIPI dalam hal ini sangat dibutuhkan. Di Indonesia, Skenario pertama kita sebut sebagai skenario kemandirian. Gerakan open source, berkembangnya Software house, ISV (Independent Software vendor) dewasa ini cukup menggembirakan. Ditambah, reputasi Indonesia di dunia internasional cukup baik dalam hal SDM TI. Nama seperti Onno W Purbo sebagai pakar TI, juga banyaknya komunitas hacker dan komunitas Open Source merupakan perkembangan yang menggembirakan. Tinggal peran aktif pemerintah dalam mendukung perkembangan ini.

DAFTAR PUSTAKA
http://suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2011/04/19/143927/Pelatihan-Wirausaha-Produktif
http://www.juniantobara.co.cc/2009/05/entrepreneur-wirausahawan-berbasis-ti.html
http://skb-pagaralam.com/index.php?option=com_content&view=article&id=26&Itemid=40&lang=in&showall=1

Proses Pengolahan Biji Kakao menjadi Coklat

Filed under: Agroindustri — Diana Kusumawati @ 12:33 pm

SEJARAH PEMBUATAN COKLAT

Pembuatan coklat mula-mula dipopulerkan oleh suku Maya dengan cara ditumbuk dan dicampur air sebagai minuman. Kemudian bangsa Spanyol menambahkan gula ke dalam minuman coklat sehingga enak dinikmati. Melihat potensi coklat untuk bisa menjadi bisnis besar, bangsa-bangsa lain mulai menanam dan mengembangkan tanaman cacao, sehingga biji cacao mulai ditanam di Srilangka, Venezuela, Sumatra dan Jawa. Indonesia termasuk salah satu negara penghasil coklat terbesar di dunia…

Di abad ke 19, coklat mulai dikonsumsi dalam bentuk padat, dan bangsa Swiss menambahkan susu ke dalam proses pembuatan coklat, sehingga kita sekarang mengenal jenis Milk Chocolate. Adalah Milton Hershey yang pertama mendirikan pabrik coklat sebagai bisnis yang serius dengan produknya yang memakai merek Hershey’s. Coklat yang kita kenal sekarang dalam berbagai macam bentuk, sebenarnya baru booming dalam 100 tahun terakhir ini.

DARI BIJI COKLAT

Coklat berasal dari biji buah coklat (cacao bean). Tanaman coklat (Theobroma cacao) dibagi dalam tiga kelompok besar yaitu jenis Criollo, Forastero dan Trinitario. Criollo menghasilkan biji kakao dengan aroma yang sangat kuat tanpa rasa pahit, tetapi sensitif terhadap perubahan iklim dan serangan hama penyakit dengan jumlah produksi relatif rendah. Berbeda dengan criollo, forastero lebih tahan perubahan iklim dan serangan hama, jumlah produksinya relatif besar tetapi bijinya memiliki aroma yang lemah dengan rasa yang pahit. Biji kakao Indonesia sendiri sebagian besar masuk dalam jenis Trinitario yang merupakan hasil persilangan dari Criollo dan Forastero dengan sifat yang mirip dengan Criollo.

Buah kakao berbentuk bulat panjang (panjang sekitar 15 – 25 cm dan lebar 7 – 10 cm) dengan kulit yang relatif tebal (10 – 15 mm). Warnanya yang hijau pada saat masih muda berganti menjadi kuning, oranye, merah atau ungu ketika masak, walaupun pada beberapa varietas warnanya tetap hijau ketika buah masak. Pulp atau daging buah menutupi 20 – 40 buah biji kakao. Pada buah yang masak, pulp memiliki konsistensi lunak dan berlendir dengan rasa yang manis dan warna putih seperti susu. Biji kakao sendiri berbentuk oval pipih. Panjang biji sekitar 2 cm dengan lebar sekitar 1 cm dan berat ± 1 gram jika dikeringkan.

Tanaman coklat mulanya tumbuh liar di hutan hujan tropis Amerika. Adalah masyarakat kuno di Amerika Tengah dan Mexico, termasuk diantaranya bangsa Maya dan Aztec, yang menemukan rahasia keistimewaan biji kakao ini lebih dari 2000 tahun yang lalu. Pada masa itu, hancuran biji coklat disangrai dan dicampur dengan jagung dan berbagai rempah diantaranya paprika, vanilla atau kayu manis lalu ditambah air untuk menghasilkan minuman rempah coklat yang berbusa.

Memasuki akhir abad ke-15, coklat bertransformasi menjadi resep baru. Cortez yang memimpin ekspedisi ke Aztec, kembali ke Spanyol dengan membawa biji kakao sekaligus dengan resep pembuatan minumannya. Di Eropa, minuman ini menjadi populer setelah formula minuman diubah: rempah dihilangkan dan diganti dengan gula.

Jika awalnya coklat diperlakukan sebagai barang mewah, maka penemuan teknik pemisahan lemak coklat dan teknik pembuatan coklat bubuk pada awal abad ke-19 telah menyebabkan coklat berkembang sebagai komoditas pangan. Selanjutnya, inovasi produk coklat terus berkembang sejalan dengan makin berkembangnya pemahaman mengenai karakteristik coklat.

PROSES PEMBUATAN COKLAT

Proses pembuatan coklat melibatkan berbagai tahapan proses, seperti tampak pada Gambar 1. Untuk memperoleh coklat dengan hasil terbaik, buah kakao dipanen dalam kondisi masak sempurna. Buah dipotong dan ditumpuk dengan hati-hati, lalu dibelah dan diambil bijinya. Di tingkat petani, biji coklat difermentasi dan dikeringkan sebelum dikirim ke pabrik coklat untuk pengolahan lebih lanjut.


Persiapan Biji Coklat (Cocoa Bean)

Biji ditumpuk di lantai atau wadah (keranjang bambu, kotak kayu) dan difermentasi selama 2 – 8 hari. Secara periodik, dilakukan pengadukan biji agar oksigen yang dibutuhkan untuk proses fermentasi bisa masuk dan tersebar merata diseluruh tumpukan biji. Selama fermentasi, suhu biji naik menjadi 45 – 50°C yang mematikan biji (menghentikan germinasi) dan meningkatkan keasaman biji. Selain itu juga terjadi pembentukan warna dan flavor serta degradasi parsial komponen penyebab rasa pahit dan kelat. Pulp yang menempel pada biji coklat terdekomposisi secara enzimatis menjadi cairan yang larut air. Fermentasi dikatakan sempurna jika warna biji kakao berubah dari warna terang menjadi coklat gelap yang homogen dan biji mudah dipisah dari kulit bijinya.

Setelah fermentasi selesai, biji dikeringkan hingga kadar air mencapai 6 – 8%. Proses pengeringan bisa dilakukan dengan cara penjemuran atau menggunakan oven pengering (55 – 66oC). Di beberapa negara, termasuk Indonesia, dilakukan pencucian biji sebelum dikeringkan. Walaupun akan memperbaiki penampakan biji, tetapi pencucian yang berlebihan beresiko untuk meningkatkan kerapuhan biji.

Biji kakao kering dibagi dalam beberapa kelas mutu, seperti tampak pada Tabel 1. Mutu terbaik adalah biji yang masuk dalam kategori kelas mutu A.

Pembuatan Pasta Coklat (Cocoa Liquor)

Pembuatan pasta coklat melibatkan tahapan proses pembersihan biji, pemisahan kulit dan penyangraian. Pembersihan ditujukan untuk mengeluarkan pengotor yang mungkin terbawa, seperti pasir, batu, partikel-partikel tanaman dan sebagainya. Keberadaan pengotor ini tidak diinginkan. Jika pengotor yang keras hanya potensial untuk merusak peralatan proses, maka pengotor organik juga bisa merusak flavor coklat selama proses penyangraian.

Proses penyangraian biji coklat dilakukan pada suhu maksimal 150oC, selama 10 – 35 menit, tergantung dari tujuan akhir penggunaan biji. Biji yang akan diolah menjadi coklat (chocolate), membutuhkan proses sangrai yang lebih intensif dibandingkan dengan biji yang akan diolah untuk menjadi coklat bubuk (cocoa powder). Apapun metode penyangraian yang dipilih, proses tidak boleh menghanguskan kulit karena akan merusak flavor. Selama proses penyangraian, kadar air biji turun menjadi sekitar 2% dan terjadi pembentukan flavor coklat. Biji akan berwarna lebih gelap dengan tekstur yang lebih rapuh dan kulit menjadi lebih mudah dipisah dari daging biji (nib). Penyangraian juga akan mempermudah proses ekstraksi lemak. Selain itu, panas selama penyangraian juga berperan untuk membunuh kontaminan yang mungkin terikut dari tahapan sebelumnya.

Biji yang telah disangrai secepatnya didinginkan untuk mencegah pemanasan yang berlebihan. Biji selanjutnya dihancurkan dan dipisahkan dari kulit ari dan lembaganya dengan menggunakan teknik hembusan udara (menampi secara mekanis). Keberadaan kulit ari dan lembaga tidak diinginkan karena akan merusak flavor dan karakteristik produk olahan coklat.

Setelah penyangraian, biji coklat (nib) mengalami proses penggilingan (pelumatan). Proses ini dilakukan secara bertingkat sebanyak 2 – 3 tahap untuk memperoleh pasta coklat (cocoa liquor atau cocoa mass) dengan tingkat kehalusan tertentu.

Pada pembuatan pasta coklat, kadang juga dilakukan proses alkalisasi sebelum proses penggilingan. Tujuan proses alkalisasi adalah untuk melembutkan flavor dengan menetralkan sebagian asam-asam bebas, juga untuk memperbaiki warna, daya basah (wettability) dan dispersibilitas coklat bubuk (cocoa powder) sehingga mencegah pembentukan endapan dalam minuman coklat. Pada proses alkalisasi, nib sangrai direndam dalam larutan alkali encer (konsentrasi 2 – 2.5%) pada suhu 75 – 100oC lalu dinetralkan untuk selanjutnya dikeringkan sampai kadar air menjadi 2%, atau di adon (kneading). Proses ini menyebabkan penggembungan pati dan menghasilkan massa coklat dengan struktur sel berbentuk sponge dan porous.

Pembuatan Coklat Bubuk (Cocoa Powder) dan Lemak Coklat (Cocoa Butter)

Untuk memperoleh coklat bubuk, maka sebagian lemak coklat (cocoa butter) yang ada di dalam pasta coklat harus dikeluarkan. Proses pengeluaran lemak dilakukan dengan mengepress pasta menggunakan pengepress (hidraulik atau mekanis) pada tekanan 400 – 500 bar dan suhu 90 – 100oC.

Lemak coklat panas dilewatkan ke filter press untuk memisahkannya dari kotoran yang mungkin terbawa, untuk selanjutnya dicetak dan didinginkan. Lemak coklat ini digunakan oleh industri coklat.

Bungkil biji hasil dari pengepressan dihaluskan dengan menggunakan alat penghalus (breaker) dan diayak untuk memperoleh ukuran partikel bubuk yang seragam. Kadar lemak didalam coklat bubuk berkisar antara 10 – 22%. Bubuk coklat dengan kadar lemak yang lebih tinggi biasanya memiliki warna yang lebih gelap dan flavor yang lebih ringan. Coklat bubuk ini digunakan dalam berbagai produk pangan, misalnya untuk membuat minuman coklat, inggridient untuk cake, puding, ice cream dan sebagainya.

Pembuatan Coklat (Chocolate)

Coklat (chocolate) dibuat dengan menggunakan pasta coklat, yang ditambahkan dengan sukrosa, lemak coklat, dengan atau tanpa susu dan bahan-bahan lain (flavoring agent, kacang-kacangan, pasta kopi, dan sebagainya). Bahan-bahan ini dicampur dalam sebuah mixer atau paster, sehingga dihasilkan pasta coklat yang kental yang selanjutnya mengalami proses pelembutan (refining) dengan mesin tipe roll sampai diperoleh massa coklat dengan tekstur yang halus (ukuran partikel kurang dari 20 µm).

Massa coklat hasil dari refining berbentuk bubuk dan kering pada suhu ruang dengan flavor yang asam. Untuk memperbaiki konsistensi tekstur dan flavornya, maka massa coklat kadang-kadang diperam selama 24 jam pada suhu hangat (45 – 50oC) sebelum masuk ketahapan proses penghalusan (conching). Proses pemeraman ini dikenal dengan sistem dutch, kadang dilakukan untuk membuat coklat bubuk.

Proses penghalusan (conching) adalah proses pencampuran untuk menghasilkan coklat dengan flavor yang baik dan tekstur yang halus. Biasanya dilakukan dua tahap, proses dilakukan pada suhu 80oC selama 24 – 96 jam. Adonan coklat dihaluskan terus-menerus dan lesitin ditambahkan pada akhir conching untuk mengurangi kekentalan coklat. Pada tahapan ini, air dan senyawa pengganggu flavor menguap, lemak kakao akan menyelimuti partikel coklat, gula dan susu secara sempurna sehingga memberikan sensasi tekstur yang halus.

Lemak coklat memiliki beberapa bentuk polimorfik dan proses pendinginan yang dilakukan akan sangat mempengaruhi bentuk kristalnya. Jika pemadatan (kristalisasi) coklat cair dilakukan dengan proses pendinginan yang tidak terkontrol, akan dihasilkan coklat padat dengan tekstur yang bergranula dan spot-spot warna kelabu dipermukaan.

Tempering merupakan tahapan proses berikutnya, yang dilakukan untuk memperoleh coklat yang stabil, karena akan menghasilkan kristal-kristal lemak berukuran kecil dengan titik leleh yang tinggi. Adonan lemak cair didinginkan dari 50oC menjadi 18oC dalam waktu 10 menit dengan pengadukan konstan. Adonan lalu didiamkan di suhu dingin selama sekitar 10 menit untuk membentuk lemak coklat dengan kristal tipe ẞ yang bersifat stabil. Suhu selanjutnya dinaikkan menjadi 29 – 31oC, dalam waktu 5 menit. Proses ini bisa bervariasi, tergantung komposisi bahan yang digunakan.

Sebelum pencetakan, suhu coklat cair dijaga pada 30 – 32oC untuk dibawa ke wadah-wadah pencetakan. Selanjutnya, dilakukan pendinginan lambat untuk memadatkan coklat dan coklat dikeluarkan dari cetakan setelah suhu mencapai 10oC. proses pendinginan terkontrol akan menghasilkan coklat padat dengan kristal lemak yang halus dan struktur yang stabil terhadap panas, terlihat dari sifat lelehnya yang baik dan permukaan yang mengkilap.

JENIS-JENIS COKLAT

Jenis coklat yang dihasilkan sangat bervariasi, tergantung pada berapa banyak pasta dan lemak coklat yang digunakan serta apa saja inggridien lain yang ditambahkan. Perbedaan formulasi bahan yang digunakan ini menyebabkan perbedaan tidak hanya dalam flavor dan rasa, tetapi juga perbedaan perilakunya terhadap panas dan air sehingga menyebabkan perbedaan dalam pemanfaatannya.

• Couverture
Jenis coklat terbaik, coklat ini sangat murni dengan persentase lemak kakao-nya yang tinggi sehingga menghasilkan flavor yang sangat baik. Biasanya digunakan untuk pembuatan produk coklat buatan tangan. Sebelum digunakan coklat jenis ini di-temper (dilelehkan) terlebih dahulu.

• Plain atau baking chocolate
Coklat dengan rasa khas coklat (plain). Produk ini dibuat dari pasta coklat yang didinginkan dan dikeraskan, tanpa penambahan gula. Terutama digunakan sebagai inggridien atau sebagai garnish.

• Semi-sweet dan sweet chocolate
Coklat ini memiliki rasa manis. Juga digunakan sebagai inggridien. Berbeda dengan coklat yang plain, semi-sweet chocolate memiliki ekstra lemak coklat dan mendapat tambahan gula. dalam resep is also used primarily in recipes. Sweet cooking chocolate sama dengan semi-sweet, hanya kandungan gulanya lebih banyak.

• Milk chocolate
Coklat susu, dibuat dengan menggunakan pasta coklat dengan penambahan lemak coklat, gula, susu dan vanila. Merupakan jenis coklat yang paling populer, biasa dikonsumsi langsung (eating chocolate). Coklat jenis ini tidak cocok dijadikan inggridien kue. Selain kandungan cokelatnya relatif sedikit, cokelat ini mudah hangus bila dilelehkan.

• Cocoa powder
Bubuk coklat, dibuat dari pasta coklat yang sebagian besar lemaknya telah dikeluarkan. Produk ini sangat mudah menyerap uap air dan bau dari produk lain sehingga harus dijaga di tempat kering, dingin dan tertutup rapat. Coklat bubuk dibedakan lagi menjadi coklat bubuk yang rendah lemak (sebagian besar lemaknya telah dihilangkan); coklat bubuk dengan kadar lemak sedang (kandungan lemak sekitar 10 – 22%) ; coklat bubuk untuk minuman atau sarapan (kadar lemak coklat diatas 22%, biasanya digunakan dalam pembuatan susu bubuk coklat); dan coklat bubuk yang diproses dengan teknik Dutch.

• White chocolate
Coklat putih, merupakan campuran lemak coklat, gula, susu dan vanilla. Tidak mengandung massa (solid) coklat, flavor dihasilkan dari lemak coklat. Selain dikonsumsi langsung juga digunakan untuk dekorasi. Cokelat ini terbuat dari lemak cokelat, gula, dan vanili. Ia tak mengandung cokelat padat. Karena mudah hangus, ada baiknya dimasak atau dilelehkan dengan hati-hati.

• Produk coklat lain seperti berbagai jenis kembang gula coklat.

PENYIMPANAN PRODUK COKLAT

Semua produk coklat, mulai dari kakao (mentah) sampai produk olahannya disimpan ditempat dingin, kering dan dengan sirkulasi udara ruangan yang baik, terlindungi dari cahaya dan bahan-bahan berbau tajam. Suhu 10 – 12oC dengan kelembaban 55 – 65% adalah kondisi ruang penyimpanan coklat yang ideal.

Coklat yang disimpan pada kondisi penyimpanan yang tidak tepat akan memiliki warna permukaan yang kusam keabuan. Pembentukan spot-spot gula (sugar bloom) disebabkan oleh penyimpanan coklat pada kelembaban tinggi (RH diatas 75%) atau karena terjadinya penumpukan uap air, yang menyebabkan partikel gula berukuran kecil yang ada di permukaan mencair dan kemudian membentuk kristal berukuran besar ketika terjadi proses evaporasi. Spot-spot lemak (fat bloom) terjadi pada kondisi suhu penyimpanan diatas 30oC dan berfluktuasi mengakibatkan lemak mencair lalu mengkristal kembali dengan ukuran yang lebih besar. Fat bloom juga mungkin terjadi karena proses tempering dan pendinginan yang tidak tepat.

DAFTAR PUSTAKA
http://www.tokocoklat.net/pembuatan-coklat-dari-biji-coklat-sampai-ke-mulut-anda/
http://ilmupangan.blogspot.com/2011/02/mengenal-proses-pembuatan-coklat.html

May 25, 2011

Keripik Buah

Filed under: Agroindustri — Diana Kusumawati @ 8:28 am

Makanan Sehat Penuh Gizi Buah Asli

Adalah buah yang dikeringkan dengan proses yang hygienis. Renyah…Manis…. dan aroma buah aslinya begitu menggoda.
Anda boleh meng-kira kira bahwa buahnya dijemur dulu….lalu di goreng, atau buah yang telah di dikupas terus dioven. Saya sering mendapat pertanyaan seperti itu saat menawarkan kripik buah ini.
Sebenarnya prosesnya sederhana, buah yang telah di kupas dan di iris sesuai ukuran lalu direndam dan dikeringkan di dalam minyak sayur, kemudian di panaskan pada suhu kurang dari 90oC dan di sedot dengan pompa vacuum. 1,5 jam kemudian selesai tinggal meniriskan minyaknya hingga benar-benar buahnya kering…renyah…dan enaaaak banget. Mesin untuk mengolah kripik buah ini di sebut “VACUUM FRYING”
Dengan suhu 90oC ini tentunya buahnya tetep segar tapi kering, gizinya terjaga dengan baik dan minyak sayurnya juga tidak berubah warna nya…..tetap terjaga dengan baik..
Keadaan ini membuat kripik buah dapat disimpan hingga 1 tahun tanpa rusak dan “tengik”. tapi syaratnya tertutup rapat karena kripik buah bersifat hidroskopis atau mudah menyerap air dari udara. Dalam keadaan terbuka kripik buah akan menjadi “lembek”.
Oke…… karena kripik buah adalah makanan sehat penuh gizi buah asli, maka dapat dijadikan sebagai CARA alternatif untuk KEBIASAAN MAKAN BUAH secara rutin. Bahkan merupakan kesempatan bagus untuk si kecil anak kita mengkonsumsi buah.
Ada serat yang dibutuhkan untuk pencernaan kita dan ada viitamin-vitamin atau antioksidant yang akan melindungi tubuh kita dari penyakit-penyakit berat. keripik buah menyimpan semuanya untuk kita.

Umur panjang dan sehat adalah TARGET…!!!!!

Daftar Pustaka
http://kripikbuah.com

April 5, 2011

Kristal Algae (Japanese Crystal Algae)

Filed under: Agroindustri — Diana Kusumawati @ 8:49 pm

Japanese Crystal Algae

Para ilmuwan di Jepang telah mengadakan suatu penelitian tentang ganggang kristal Jepang atau yang disebut dengan Japanese Crystal Algae. Mereka menyatakan bahwa ganggang Jepang ini dapat meningkatkan aktivitas sistem kekebalan yang terdapat dalam tubuh manusia menjadi dua kali lipat, terutama yang disebut sel pembunuh yang mempunyai tugas membunuh sel-sel kanker. Algae ini dapat tumbuh dengan baik dan cepat bila mendapat perlakuan yang sesuai dengan habitat idealnya.

Algae ini dapat dikembangbiakkan dalam wadah yang terbuat dari plastik, keramik atau gelas. Dan tidak diperbolehkan dibiakkan dalam wadah yang terbuat dari logam/metal seperti aluminium ataupun sejenisnya.

Adapun cara pengembangbiakan Algae sebagai berikut :

1. Letakkan sekitar 3 sendok teh Kristal Algae dalam wadah ember plastik atau sejenisnya. Kemudian beri 1 Liter air bersih/air minum (tidak mengandung belerang/sulfur), 2 sendok teh gula pasir dan 7 buah kismis kering yang telah dicuci bersih, diamkan semalam.
2. Keesokan harinya tuang air rendaman itu kedalam botol plastik/gelas. Saring dengan saringan plastik agar Kristal Algaenya terjaring. Cuci kembali Kristal Algae tersebut dengan air minum dan masukkan lagi kedalam wadahnya yang sudah dicuci bersih.
3. Beri lagi 2 sendok teh gula pasir dengan 7 kismis sisa yang kemarin. Tambahkan 1 Liter air minum yang baru, lalu simpan lagi dan begitu seterusnya. Saran : Untuk hasil yang terbaik ketika mengganti air, masukkan juga beberapa tetes air yang sudah siap untuk diminum.
4. Air yang sudah dituang dalam botol/gelas siap diminum sebagai obat.
5. Gantilah kismis kering seminggu sekali.
6. Pemberian gula pasir dan kismis untuk memberi nutrisi pertumbuhan Algae tersebut agar dapat hidup dan berkembang biak.
7. Hindari pemakaian wadah dari logam untuk mencegah kontaminasi bahan pada hasil air rendaman ataupun reaksi pada Algae yang berakhir pada tidak berkembangnya Algae tersebut alias mati.

Manfaat air hasil fermentasi dari Kristal Algae

Air hasil fermentasi Kristal Algae dapat digunakan untuk penyembuhan gangguan kesehatan seperti tekanan darah tinggi, masalah jantung, ginjal, syaraf dan penyakit dalam. Algae ini juga dapat mencegah secara nyata penyebaran sel-sel kanker. Dapat juga digunakan untuk mencuci muka atau perawatan wajah.

Cara Penggunaannya:

* Asma dan Bronchitis : 1 Liter / hari ( terapi Asma butuh ketekunan / waktu lama )
* Kulit eksim /Kecantikan kulit : ½ Liter / hari ( dioles langsung dg algae kristal) dan cuci dengan air.
* Kurang darah : 1 Liter / hari ( 2 Liter untuk yang parah )
* Lambung ( maag ) : 1 Liter / hari. ( Bengkak dalam maag hilang dalam 2 Minggu )
* Syaraf : 1 Liter / hari
* Tekanan darah tinggi : 1 Liter / hari menormalkan hipertensi

Khasiat secara umum

Kebiasaan penduduk di Kaukasus yang telah mengetahui keampuhan Kristal Algae ini dan minum airnya sejak usia anak-anak yakin bahwa minuman tersebut membuat tubuh mereka sehat dapat berumur panjang, hingga mencapai umur lebih dari 100 tahun.

Di sinilah satu-satunya tempat di dunia di mana penduduknya bisa mencapai usia lanjut dengan tubuh yang benar-benar sehat (menurut nara sumber tak dikenal, diToscana/Italia juga ada satu daerah yang penduduknya dikenal hidup sehat sampai uzur).

Menurut seorang peneliti Prof. Merile, yang sepanjang hidupnya meriset tentang Algae, mengatakan bahwa di daerah yang disebut di atas tidak dikenal penyakit seperti TBC, kanker, sakit maag dll. Di Jerman Dr. Dressen sudah menangani Algae-algae jenis ini sejak Perang Dunia I. Algae-algae ini selain dapat menyembuhkan asma dapat juga mengatasi gangguan kesehatan lainnya seperti masalah pernafasan, penyakit liver, penyakit kantung kemih dan sebagian besar penyakit-penyakit parah.

Khasiat lainnya

Algae ini cukup unik, karena disamping bisa menyembuhkan beberapa penyakit di atas juga bisa memperbaiki kerusakan syaraf, benjolan-benjolan di dalam tubuh, bronchitis, saemtlichen sideroblasten (keime, bahasa jerman), serangan jantung, empedu, infeksi ginjal, sakit kuning, penyakit usus, susah BAB, kurang darah, penyakit luar & eksim.

DAFTAR PUSTAKA

http://japanesecrystalalgae.blogspot.com/2010/06/manfaat-japanese-crystal-algae.html

http://japanishekristallalgen.blogspot.com

April 3, 2011

Mahkota Dewa

Filed under: Herbal — Diana Kusumawati @ 10:04 pm

TINJAUAN ILMIAH

Pohon Mahkota Dewa (Phaleria macrocarpa) sungguh tanaman yang amat ajaib. Tanaman perdu yang dahulu hanya menjadi tanaman kerajaan kini menjadi bagian dari tanaman rakyat. Dosen UGM Yogyakarta, Sumatuti memaparkan bahwa tanaman ini mengandung Anthinistamin, flavonoid, saponon, polifenol dan zat-zat lain yang mempunyai efek analgesi, anti bakteri dan menurunkan gula darah (Minggu Pagi No. 44 Februari 2002).

DAFTAR PUSTAKA

Teh Mahkota Dewa Salama Nusantara, Kulon Progo, Yogyakarta

images.detik.com/content/02/22/777/mahkotadewa.jpg

Blog at WordPress.com.